Tere Liye, Menteri Keuangan dan Pajak bagi Penulis

Akhir-akhir ini pajak bagi penulis buku ramai diperbincangkan. Saya yang awam masalah ini pun jadi ikut-ikutan membaca, mencari tahu apakah gerangan yang terjadi sebenarnya.

Hingga terdamparlah saya pada satu tulisan mengenai berhentinya Tere Liye memproduksi bukunya. Dia tidak akan mencetak ulang judul-judul lama. Stock buku yang ada dibiarkan habis secara alamiah. Menurut pemberitaan, akhir tahun 2017 buku Tere Liye akan habis dari pasaran.

"Jika Anda menemukan buku saya, dapat dipastikan bajakan," demikian Tere Liye menjelaskan. Yups, sebagai penulis buku selain menghadapi pajak yang dirasa tidak adil juga harus siap menghadapi pembajak buku. Lengkaplah sudah penderitaan he..

Sebagai seseorang yang baru belajar menulis, saya merasakan proses melahirkan sebuah kaya bernama "buku" bukanlah perkara mudah. Penulis mesti riset, mengumpulkan data, mendatangi lokasi dan meramunya dalam karya yang enak dibaca.

Proses melahirkan sebuah karya buku ini mendapat perhatian dari Ibu Sri Mulyani. Beliau menyadari bahwa proses meahirkan sebuah karya buku butuh perjuangan dan berdarah-darah. Dalam tulisannya tersebut, menyikapi berhentinya Tere Liye dari menulis, beliau terlihat memahami bagaimana seorang penulis bekerja dan proses menulis buku dihargainya.


Tere Liye ( sumber gambar : youtube)


Bagaimana dengan nasib kita --- saya dan teman-teman -- yang baru saja akan melahirkan karya buku? Jika seorang penulis ternama memilih mundur, apa yang harus kita lakukan?

Berkaca dari apa yang dilakukan oleh Tere Liye, kita mulai bisa melihat celah lain dalam berkarya. Tere Liye tidak akan berhenti menulis, sebagaimana disampaikannya. Ia saat ini tengah mencari solusi, jalan lain untuk menerbitkan karyanya. Sementara belum menemukan solusi tepat, Tere Liye akan menulis di Pagenya.

Bagaimana dengan kita? tentu kita bisa melakukan hal yang sama. Tetap menulis di media blog salah satunya. Teruslah menulis menorehkan karya selama kita bisa. Jangan pernah putus asa dan patah arang, karena setiap niat baik akan menemukan jalannya. Setuju?

Inilah Rahasia Awet Muda Ira Koesno yang Bikin Baper

Pemilihan Gubernur DKI memasuki babak ke-2. Jelang PILIKADA, televisi kembali menyiarkan secara langsung debat para pasangan cagub dan cawagub no 2 dan no 3.

Saya dan para penikmat acara debat tersebut pasti dibuat kagum oleh kecantikan presenter Ira Koesno yang tetap tampak awet muda di usia 47 tahun.

Apa sih rahasia awet muda Ira Koesno? dari informasi yang saya telusuri, Ira selalu menyebutkan 3 faktor penentu awet muda. Pertama : jaga asupan makanan. Untuk urusan makan, Ira menghindari karbohidrat dan memperbanyak serat. Kedua : jaga istirahat. Lakukan istirahat yang cukup agar badan tetap bugar. Ketiga : lakukan olah raga. Urusan olahraga, Ira mengaku saat ini terasa kekurangan waktu untuk melakukannya. Ia lebih sering memilih tidur karena keterbatasan waktunya.

sumber  gambar : m.tempo.co


Selain 3 hal tersebut, Ira rajin melakukan konsul ke-3 dokter. Dokter penyakit dalam, gizi dan kulit. Menurutnya, usia kepala 4 harus menyempatkan konsul pada dokter. Pernyataan Ira tersebut tentu membuat Baper para perempuan dengan kantong pas-pasan.

Bagaimana mungkin bisa "nyalon" sedangkan untuk makan sehari-hari saja masih sulit memenuhinya. Perempuan dari ekonomi miskin seringkali menanggung banyak beban, hingga tak heran wajahnya nampak jauh lebih tua dari usianya.

Namun demikan, sesungguhnya setiap manusia telah diberikanNya masing-masing dengan karunia yang berbeda, Ira Koesno dengan kecantikannya hingga saat ini belum memiliki pasangan hidup. Sementara banyak perempuan lain dengan keterbatasan ekonomi dan tampilan fisik justru telah bersuami dan beranak pinak he..

So tak perlu Baper dengan wajah molek Ira Koesno karena kita tak tahu bagaimana pedihnya diri yang cantik belum berjodoh di usia Jelita alias jelang lima puluh tahun. Setuju?


Hal yang Harus Diperhatikan saat Membuat Paspor Anak

Syarat Pengurusan Paspor Anak (sumber : dokumen pribadi)

Jelang liburan kali ini, media ramai menyajikan informasi penerbangan murah ke luar negeri. Bayangkan saja, penerbangan ke Singapura bisa dibayar dengan biaya kurang dari 400 ribu, WOW!

Tak heran akibatnya, banyak pihak yang ingin pelesir ke luar negeri. Kantor Imigrasi kelas 1 Bandung, sebagai kantor layanan paspor bagi warga Bandung dan sekitarnya, diserbu para pembuat paspor.

Sebagai salah satu peserta program Company dan Campus Visit  kampus LP3I saya ikut mengantri membuat paspor. Insha Alloh, pada keberangkatan nanti di tanggal 24-27 April 2017, saya akan membawa serta anak sulung. Kami akan melakukan kunjungan ke Universitas Kuala Lumpur Malaysia, Polytechnic Singapore dan kunjungan ke beberapa perusahaan di 2 negara tersebut.

Saat itu saya mengantri untuk mengurus paspor anak, karena milik pribadi sudah pernah diuruskan sebelumnya. Nah, untuk mengurus paspor anak ini ( dibawah 17 tahun), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
1. Akte kelahiran anak
2. Kartu Keluarga
3. Pasport orang tua
4. KTP orang tua
5. Buku nikah orang tua
6. Kedua orang tua harus hadir untuk sesi wawancara
Kita diwajibkan membawa berkas ASLI dan foto copy di atas kertas A4 (untuk Foto Copy  bolak balik KTP tidak boleh digunting, lembar kertas A4 utuh )

Bagi orang tua yang menyertakan anaknya saat melakukan perjalanan ke luar negeri, diharuskan mengisi formulir pernyataan yang ditandatangani di atas materai. O ya, ada 2 form yang harus diisi dengan menyertakan materai untuk ditandatangi di atasnya. Jadi siapkan 2 buah materai ya.



Pengambilan paspor dilayani sejak pukul 13.00-16.30 ( sumber : dokumen pribadi)

Untuk pengurusan paspor di wilayah Bandung, sampai dengan saat saya mengurus paspor masih terlihat antrian yang sangat panjang, Sebagian besar datang mengantri dari jam 3-4 subuh, Duh, miris dibuatnya, apalagi sebetulnya saat ini ada fasilitas pembuatan paspor online namun pada prakteknya memakan waktu lebih lama.

Rupanya kemudahan bepergian ke luar negeri dengan adanya pilihan tiket murah, belum dibarengi dengan kesiapan pihak imigrasi. Saya dengar dari para pembuat paspor yang melakukan perpanjangan, kejadian antrian panjang ini  sudah lazim terjadi, terutama menghadapi waktu liburan panjang.

Ayah dan Bunda ingin berlibur ke luar negeri bersama Ananda, siapkan dokumen lengkap dan waktu serta tenaga ya. Pengurusan paspor yang memakan waktu panjang memang melelahkan. Tapi tak usah khawatir, untuk anak usia balita ada nomor khusus sehingga bisa dipanggil dan dilayani lebih awal.

Selamat membuat paspor anak dan melewati liburan bersama keluarga yang menyenangkan yaa ..